BekasiBerita Nasional

Diduga Otoriter, Kepala Dapur MBG Kedungwaringin, Pecat Karyawan Sepihak dan Sunat Honor Relawan

MANUVERNEWS.COM | BEKASI – Polemik dugaan pemberhentian sepihak terhadap sejumlah relawan di Dapur 1 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, memicu kecaman dari warga dan tokoh masyarakat setempat.

Seorang relawan bernama Wawah, yang selama ini menjabat sebagai ketua masak di Dapur 1 MBG Kedungwaringin, mengaku diberhentikan secara mendadak tanpa penjelasan yang jelas oleh Kepala SPPG bernama Sandry Pratama.

Wawah mengaku telah mengabdi selama kurang lebih 10 bulan sebagai relawan di dapur MBG yang berlokasi di Kampung Karang Anyar RT 04 RW 01, Dusun 1, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

“Saya tiba-tiba diberhentikan. Katanya ada anak buah saya yang membawa minyak limbah bekas ke dalam botol air mineral. Tapi saya sendiri tidak tahu-menahu soal itu,” ujar Wawah kepada wartawan.

Tak hanya dirinya, sang suami bernama Sarim yang bekerja sebagai petugas pencuci ompreng atau perlengkapan makan di dapur MBG tersebut juga ikut diberhentikan.

“Kalau memang saya salah, silakan berhentikan. Tapi harus jelas kesalahannya. Jangan karena fitnahan atau tuduhan yang saya sendiri tidak tahu,” lanjut Wawah.

Menurut pengakuannya, selama bekerja dirinya hanya menerima honor sebesar Rp160 ribu per hari sebagai ketua masak. Sementara sang suami bertugas membantu kebersihan perlengkapan makan.

Pemberhentian mendadak itu pun memicu reaksi keras dari tokoh pemuda Kecamatan Kedungwaringin, H. Gunawan. Ia mengecam sikap Kepala SPPG Dapur 1 MBG Kedungwaringin yang dinilai semena-mena terhadap warga lokal yang selama ini ikut membantu program pemerintah tersebut.

“Masyarakat yang ikut menjadi relawan MBG itu mayoritas warga sekitar. Selain membantu program MBG, mereka juga ikut menjaga keamanan dapur. Kalau memang ada kesalahan, seharusnya diberikan teguran terlebih dahulu, jangan tiba-tiba langsung dipecat, dan Kepala (Badan Gizi Nasional (BGN) harus tindak tegas Kepada Kepala SPPG Dapur 1 Kedungwaringin yang bernama Sandry Pratama itu,” tegas H. Gunawan dengan nada geram.

Tak hanya soal dugaan pemecatan sepihak, warga juga menyoroti persoalan honor relawan lain yang disebut mengalami penurunan drastis. Beberapa kader Posyandu yang ikut membantu kegiatan MBG mengaku honor bulanan yang sebelumnya mencapai Rp1 juta kini hanya menerima sekitar Rp500 ribu per bulan.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pemotongan honor oleh oknum tertentu di internal pengelolaan dapur MBG.

“Sekarang cuma dikasih Rp500 ribu per bulan. Padahal sebelumnya bisa sampai Rp1 juta. Warga mulai curiga ada yang bermain,” ungkap salah seorang sumber warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Dapur 1 MBG Kedungwaringin, Sandry, belum terkonfirmasi terkait dugaan pemecatan sepihak maupun tudingan pemotongan honor relawan tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan warga Kedungwaringin yang meminta adanya evaluasi dan transparansi dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah mereka.

(Red)

Related posts

Milyaran Anggaran Dana Desa Sukajadi Kabupaten Bekasi, Diduga Syarat KKN Oknum Kades

Admin Manuver News

Ajukan Usulan Paling Banyak Pada Musrenbangdes TA 2025, Pemerintah Desa Karangjaya Diapresiasi Team Monitoring Kecamatan, Dan Anggota Dewan Kabupaten Bekasi

Admin Manuver News

Baznas Bekasi Terjunkan Lima Tim Respons Banjir, Bantuan Logistik Disalurkan Merata

Admin Manuver News