MANUVERNEWS.COM | BEKASI – Karang Taruna Kelurahan Kertasari menjadi sorotan publik menyusul jebolnya tanggul irigasi di Kampung Tambun, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pasca hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Sorotan menguat lantaran organisasi kepemudaan tersebut dinilai tidak menunjukkan peran dan kehadiran nyata dalam penanganan bencana. Padahal, secara regulasi, Karang Taruna memiliki kewajiban membantu pemerintah dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan masyarakat, termasuk pada saat terjadi bencana, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 25 Tahun 2019.

“Kalau tidak ada kegiatan dan tidak turun tangan saat bencana, itu artinya Karang Taruna tidak menjalankan amanat peraturan,” ujar Aris, salah satu tokoh pemuda Kertasari, Senin 25 Januari 2026.
Kritik tajam secara khusus mengarah kepada Ketua Karang Taruna Kelurahan Kertasari, Yan Eka Gunawan yang akrab disapa Gugun. Berdasarkan keterangan sejumlah sumber di lingkungan Kelurahan Kertasari, Gugun dinilai tidak sigap dan terkesan abai saat dihubungi oleh perangkat kelurahan untuk berkoordinasi terkait penanganan tanggul jebol.
“Waktu ditelepon, suaranya seperti baru bangun tidur. Setelah dijelaskan kondisi darurat di lapangan, dia tidak datang ke lokasi. Sikapnya terkesan tidak peduli,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Akibat tidak adanya respons dan kehadiran dari Karang Taruna Kertasari, perangkat kelurahan akhirnya turun langsung ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan langkah awal penanganan bencana.
Aris menilai sikap Ketua Karang Taruna tersebut mencerminkan kegagalan kepemimpinan dan mendesak agar pihak terkait segera mengambil tindakan tegas.
“Kami mendesak Lurah Kertasari, Camat Pebayuran, serta Ketua Karang Taruna Kecamatan Pebayuran untuk segera mengevaluasi dan menonaktifkan Ketua Karang Taruna Kertasari. Selama menjabat, tidak ada gagasan maupun program nyata yang menyentuh pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Sumber lain bahkan menyebutkan bahwa motivasi Gugun memimpin Karang Taruna diduga bukan untuk memajukan organisasi kepemudaan. Ia dinilai lebih fokus mengembangkan usaha pribadi berupa jaringan internet rumahan atau RT/RW Net, dibanding menjalankan fungsi sosial Karang Taruna sebagaimana mestinya.
Saat dikonfirmasi terkait kehadiran Karang Taruna di tengah situasi bencana, Ketua Karang Taruna Kertasari justru memberikan jawaban singkat dan terkesan meremehkan tanggung jawab jabatannya.
“Keur sibuk aya pagawean,” ujarnya singkat.
Pernyataan tersebut dinilai semakin memperkuat anggapan bahwa Ketua Karang Taruna Kertasari tidak memahami atau mengabaikan tanggung jawab moral dan struktural yang melekat pada jabatannya.
Hingga berita ini diturunkan, Yan Eka Gunawan belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya.
(Team)
