BekasiBerita Nasional

Tradisi Hajat Bumi Mbah Uyut Kembang Kembali Digelar, Warga Kedungwaringin Tumpah Ruah

MANUVERNEWS.COM | BEKASI – Suasana penuh semarak mewarnai pelaksanaan tradisi Hajat Bumi Mbah Uyut Kembang yang digelar Pemerintah Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan adat tahunan tersebut dipusatkan di halaman Kantor Desa Kedungwaringin dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ribuan warga terlihat memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

oplus_1024

Sejumlah kegiatan budaya turut meramaikan acara, di antaranya kirab hasil bumi, arak-arakan tumpeng nasi begana, hingga pertunjukan kesenian tradisional. Bagi masyarakat, Hajat Bumi Mbah Uyut Kembang bukan sekadar kegiatan adat, melainkan momentum untuk mengungkapkan rasa syukur serta menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kepala Desa Kedungwaringin, Hj. Tita Komala, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Hajat Bumi tahun ini.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kampung Kramat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

“Ini adalah kegiatan hajat bumi warga Desa Kedungwaringin sebagai bentuk rasa syukur. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan menjelang turun nyawah atau mulai ke sawah, khususnya para petani yang ada di wilayah Kampung Keramat yang mayoritas memang petani,” kata Hj. Tita Komala saat ditemui di kediamannya usai acara pembukaan.

Ia menambahkan, pelaksanaan Hajat Bumi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mempertahankan tradisi yang telah ada sejak dahulu.

Hj. Tita menyebut, keberadaan Makam Mbah Uyut Kembang di Kampung Kramat menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian tradisi tersebut. Warga secara bersama-sama terus merawat serta menjaga keberadaan makam keramat itu.

“Harapannya, tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu ini bisa terus kita pelihara bersama. Di sana ada Makam Keramat Mbah Uyut Kembang. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi masyarakat, baik petani, pedagang maupun masyarakat lainnya, sehingga mendapatkan rezeki dan keberkahan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Hajat Bumi diawali dengan kirab atau arak-arakan dongdang yang membawa tumpeng nasi begana. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Makam Mbah Uyut Kembang di Kampung Kramat untuk melaksanakan doa bersama.

“Rangkaian pertama yaitu kirab atau mengarak dongdang berupa tumpeng nasi begana. Kemudian dilanjutkan menuju Makam Uyut Kembang di Kampung Kramat untuk berdoa bersama. Setelah itu ada pagelaran wayang golek hingga malam hari,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri dan mendapat dukungan dari unsur Forkopimcam Kedungwaringin. Sejumlah pihak yang hadir di antaranya perwakilan Kecamatan Kedungwaringin, Kapolsek beserta jajaran, Danramil, serta unsur lainnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat yang turut hadir dalam rangkaian acara.

“Alhamdulillah Forkopimcam Kedungwaringin hadir, Kapolsek bersama jajaran, Danramil dan Camat yang diwakili Kasi Pemerintahan. Dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat juga tadi mengikuti kegiatan,” ungkap Hj. Tita.

Ia menilai, antusiasme warga dalam melestarikan tradisi Hajat Bumi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga budaya lokal.

Menurutnya, partisipasi warga juga dilakukan secara swadaya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun kesadaran masyarakat semakin meningkat. Partisipasinya juga semakin banyak, baik melalui kemampuan, ide maupun gagasan masing-masing. Kurang lebih yang hadir mencapai ribuan warga,” pungkasnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, masyarakat akan disuguhkan pagelaran wayang golek semalam suntuk yang digelar di Kampung Kramat RT 19/03, Desa Kedungwaringin.

Melalui tradisi tersebut, Pemerintah Desa Kedungwaringin berharap semangat gotong royong dan kebersamaan antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta seluruh warga dapat terus terjaga dan semakin erat.

(ARS)

Related posts

Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Pebayuran Kurang Baik, Ketua Forkap : Dinkes Harus Beri Sanksi Tegas

Admin Manuver News

Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Diduga Gelapkan Bukti Potong Pajak Kerjasama Media

Admin Manuver News

Milyaran Anggaran Pemeliharaan Sarpras SMAN 1 Cikarang Timur Diduga Mangkrak, Fasilitas Sekolah Memprihatinkan

Admin Manuver News